Ringkasan Berita
CIANJUR — Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) menyatakan kekagumannya terhadap pesona dan karakteristik batu-batuan yang berasal dari kawasan sekitar Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Keunikan tekstur dan nilai estetika dari batu tersebut dinilai memiliki potensi luar biasa, khususnya bagi dunia seni batu (suiseki) dan elemen pelengkap bonsai.
Gunung Padang yang selama ini dikenal luas sebagai situs megalitik terbesar di Asia Tenggara, memang memiliki formasi batuan andesit (columnar joint) yang sangat khas. Tidak hanya memancarkan aura sejarah dan misteri yang kental, bebatuan di kawasan sekitar gunung tersebut ternyata menyimpan nilai artistik tinggi di mata para seniman dan kolektor.
"Karakteristik batu dari kawasan Gunung Padang ini sangat luar biasa dan membuat takjub. Guratan alam, kepadatan, serta warnanya sangat eksotis dan berkarakter kuat. Ini adalah potensi besar yang layak untuk terus diapresiasi," ungkap Ketum PPBI.
Dalam dunia seni bonsai dan suiseki (seni menikmati batu alam), karakter batu memegang peranan sangat penting. Batu yang baik tidak hanya dilihat dari bentuk visualnya saja, melainkan juga dari nuansa alamiah serta proporsi yang bisa dihadirkan ketika disandingkan dengan pohon bonsai maupun saat dipamerkan secara tunggal. Batu dari area Gunung Padang dinilai memenuhi kriteria estetika tingkat tinggi tersebut.
Lebih lanjut, pengakuan dari tokoh utama organisasi berskala nasional seperti PPBI ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. Potensi seni batu ini diyakini mampu membuka peluang ekonomi kreatif baru bagi perajin maupun kolektor lokal di Cianjur.
Meski demikian, para penggemar seni batu juga tetap diimbau untuk selalu memperhatikan kelestarian alam dan lingkungan. Pemanfaatan batu alam harus dilakukan di luar zona cagar budaya yang dilindungi, sehingga keagungan Situs Megalitik Gunung Padang sebagai warisan sejarah dunia tetap terjaga keutuhannya.
Ke depannya, potensi batu Gunung Padang ini diharapkan tidak hanya meramaikan pameran-pameran berskala nasional, tetapi juga mampu mencuri perhatian para kolektor dan seniman di kancah internasional, sekaligus mempromosikan kekayaan alam dan budaya Jawa Barat.