Kedatangan massa aksi untuk menyampaikan tuntutan dan aspirasi tersebut diterima langsung oleh jajaran Pimpinan DPRD Kabupaten Cianjur.
Dalam orasinya, Orator sekaligus Perwakilan Massa Aksi menyerukan pentingnya kekompakan masyarakat Islam di Cianjur untuk terus mengawal isu moral ini. Ia juga mendesak para wakil rakyat untuk mendengarkan serta merealisasikan tuntutan mereka.
"Maka daripada itu, kita berharap ini perlu kekompakan. Sekarang kita datang, kita dorong dewan. Andai kata dewan tidak mendengarkan, kita siap datang lagi dengan jumlah yang lebih besar daripada ini untuk mengepung gedung dewan," tegas sang Orator di atas mobil komando yang disambut riuh dan persetujuan massa.
Lebih lanjut, ia juga memberikan peringatan keras kepada pihak eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, agar tidak ragu menindak tegas keberadaan LGBT apabila regulasi atau aturannya sudah ditetapkan oleh DPRD.
"Sebaliknya, andai kata dewan sudah membuat undang-undang (peraturan), namun ternyata Bupatinya tidak berani untuk menjalankannya, kita siap kepung Bupati. Jika Bupati tidak bisa (menjalankan), berarti kita turunkan!" serunya yang langsung disambut dengan gemuruh takbir dari para peserta aksi.
Meskipun berlangsung dengan penuh semangat dan orasi yang berapi-api, unjuk rasa ini berjalan dengan damai. Usai menyampaikan seluruh aspirasi dan tuntutannya secara langsung di depan para wakil rakyat, massa aksi membubarkan diri dengan tertib meninggalkan area Gedung DPRD Kabupaten Cianjur.