Sebagai sosok yang digambarkan memiliki semboyan "Simatupang" (Siang Malam Tunggu Panggilan), majelis ke majelis telah menjadi menu harian dan jalan baginya untuk mengeratkan tali silaturahmi. Salah satu momen inspiratif tersebut terlihat saat Kak Mal membersamai masyarakat Kecamatan Cibeber, tepatnya di Masjid Besar Miftahus Saadah, pada acara pengajian rutin mingguan setiap hari Selasa.
Kegiatan yang diselenggarakan secara istiqomah oleh Jajaran Pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Besar Miftahus Saadah ini juga mendapat dukungan penuh dari organisasi pemuda masjid setempat, IRMAS.
Dalam kesempatan itu, Kak Mal memberikan tausiah agama di hadapan ribuan jemaah atau mustami, baik laki-laki maupun perempuan. Metode penyampaian materi agama yang disuguhkan Kak Mal sangat mudah dipahami, dicerna, dan tidak terkesan menggurui. Akibatnya, para hadirin menyimak dengan penuh kekhusyukan.
Penyampaian tausiahnya tidak monoton, sebab sesekali ia membumbui pesannya dengan humor segar melalui penampilan boneka andalannya, Ahmad, yang setia menemaninya berdakwah.
"Istiqomah itu artinya ketika kita berangkat ke majelis ilmu, niatnya murni karena Allah, jangan berubah. Jangan karena melihat siapa penceramahnya. Jika begitu, bukannya pahala yang didapat dari Allah, malah azab," jelas Kak Mal (Pendakwah / Sang Pengkisah) melalui dialog interaktifnya bersama boneka Ahmad. Ia juga mengingatkan agar jemaah senantiasa fokus dalam beribadah dan tidak menggunjing di majelis ilmu.
Melalui boneka Ahmad, Kak Mal juga menjabarkan kunci kesuksesan seorang Muslim dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Ia menekankan empat poin utama: niat karena Allah, istiqomah (teguh pendirian baik saat miskin maupun kaya, bodoh lalu belajar hingga pintar), sabar dalam menghadapi tantangan hidup, dan diakhiri dengan tawakal atau menyerahkan segalanya kepada Allah setelah berikhtiar maksimal.
Selain aktif memberikan tausiah, semangat belajar Kak Mal pun patut diacungi jempol. Ia terpantau terus menuntut ilmu dengan mengikuti pengajian "Syahriahan" yang dihadiri oleh para kiai dan ustaz. Pengajian tersebut berlokasi di Masjid Yapica (Yayasan Pendidikan Islam Campaka), yang dipimpin oleh K.H. Adi Karadi selaku Pimpinan Yapica.