CIANJUR – Lingkung Seni Putra Giri Loka Bojong Picung sukses menyelenggarakan acara bertajuk "Gelar Karya Sang Legenda: Tribute to R. Endang Taryana" yang bertempat di Gedung Serbaguna Asakinah, pada hari Sabtu (15/8).
Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi mendalam kepada almarhum R. Endang Taryana, seorang maestro pedalangan (dalang) kebanggaan Cianjur sekaligus pendiri Giri Loka Cianjur. Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh para juru kawih legendaris, tokoh seniman, hingga budayawan yang turut menyemarakkan momen pelestarian seni budaya Sunda, khususnya seni wayang tersebut.
Pengurus sekaligus Perwakilan Yayasan Putra Giri Loka menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar nyata dan program unggulan tahunan dari lembaga untuk melestarikan warisan leluhur.
"Kegiatan Gelar Karya Sang Legenda ini merupakan salah satu ikhtiar kami atas nama lembaga Yayasan Putra Giri Loka. Setiap tahunnya kami memiliki program unggulan. Jika sebelumnya kami adakan kegiatan 'Wayang for Student', hari ini kami adakan Gelar Karya Sang Legenda. Tujuannya adalah untuk pelestarian dan menjaga sumber karya yang selama ini menjadi perantara bagi kami para generasi penerus sebagai pelestari seni dan budaya," papar Perwakilan Yayasan Putra Giri Loka.
Dalam acara ini, pihak panitia merangkum perjalanan sosok R. Endang Taryana yang dikenal oleh khalayak umum sebagai dalang fenomenal. Masa keemasan sang maestro pedalangan ini diakui bersinar terang pada rentang tahun 80-an hingga 90-an.
Lebih lanjut, pihak yayasan juga membidik target edukasi kepada para generasi muda yang hidup di era modern, agar mereka tidak lupa akan akar budayanya sendiri.
"Tujuan kami dengan kegiatan ini, kami ingin para generasi milenial maupun generasi Alpha dan Gen Z mengetahui bahwasanya Cianjur itu bisa dan banyak melahirkan orang-orang yang sangat berkompeten di bidangnya. Dan itu terbukti dari beberapa puluh tahun yang lalu sampai saat ini," tegasnya.
Ia menyoroti bahwa kurangnya sosialisasi sering kali membuat generasi muda enggan dan tidak percaya diri untuk terjun langsung memelihara kesenian daerah.
"Kadang-kadang mereka (Gen Z) suka merasa minder untuk menjadi penerus ataupun pelaku seni tradisi di Kabupaten Cianjur karena kurangnya pengenalan. Acara ini hadir untuk mengubah pandangan tersebut," tambahnya.
Sebagai bentuk estafet pelestarian seni wayang dan melanjutkan perjuangan sang maestro, anak beserta cucu almarhum R. Endang Taryana kini juga terus aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai ruang publik. Langkah ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya melestarikan seni dan budaya Sunda di tengah arus modernisasi.