Acara yang dipusatkan di Aula SMKN 1 Pacet ini diawali dengan lantunan selawat nabi yang dipandu oleh para siswa dan diikuti oleh seluruh hadirin hingga menggema ke seisi ruangan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pimpinan sekolah, dewan guru, dan diikuti oleh ribuan siswa-siswi mulai dari kelas X hingga kelas XII.
Di hadapan ribuan remaja tersebut, panitia menghadirkan penceramah muda multitalenta, Kak Mal (Sang Pengkisah). Dalam penyampaian pesan-pesan religinya, Kak Mal tidak hanya bertindak sebagai penceramah, tetapi juga sebagai motivator dan inspirator.
Melalui metode storytelling yang interaktif dan jenaka, Kak Mal unjuk kebolehan menirukan berbagai karakter suara, mulai dari suara unta hingga suara kucing yang seolah-olah tengah berbicara bahasa Sunda. Gaya dakwahnya yang segar ini sukses membuat ribuan siswa tertawa terhibur tanpa kehilangan esensi pesan agama yang disampaikan.
Kepala SMKN 1 Pacet turut memberikan apresiasi yang tinggi atas suksesnya acara dan metode dakwah yang dibawakan oleh penceramah.
"Alhamdulillah, penampilan dari Kak Mal sangat luar biasa dengan metode-metode yang berbeda, sehingga anak-anak terhibur. Walaupun dikemas secara menghibur, anak-anak tetap bisa memaknai dengan baik apa pesan luar biasa yang disampaikan dari Kak Mal," ungkap Kepala SMKN 1 Pacet dalam keterangannya.
Beliau juga menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan semacam ini sudah menjadi agenda rutin dan kalender tahunan yang disiapkan oleh pihak sekolah.
"Agenda-agenda ini sudah teragendakan di sekolah. Kemudian, kami di setiap hari Jumat juga memiliki agenda Jumat Berkah atau 'Someah' berupa kegiatan selawat berjamaah. Harapannya, tentu anak-anak di SMKN 1 Pacet bisa meneladani akhlak-akhlak Rasulullah, tidak hanya untuk diri sendiri di lingkungan sekolah. Mengingat anak-anak SMK juga akan melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin), mudah-mudahan apa yang disampaikan hari ini bisa diterapkan dengan baik di dunia kerja nantinya," jelasnya.
Puncak acara Maulid Nabi ini ditutup dengan sesi muhasabah (perenungan diri) yang dipimpin oleh Kak Mal. Lewat untaian doa dan hikmah yang mendalam, suasana aula seketika berubah menjadi sangat haru dan membawa emosi para hadirin. Tak sedikit dari para siswa, guru, maupun hadirin lainnya yang meneteskan air mata saat merefleksikan diri, mengingat dosa yang telah diperbuat, hingga pengingat akan datangnya ajal yang tak pernah bisa diduga.