Acara yang dipenuhi dengan tawasul dan lantunan selawat ini dihadiri oleh pengurus DKM, tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, hingga jemaah ibu-ibu majelis taklim. Meski awalnya direncanakan berlangsung di luar ruangan, turunnya hujan memaksa panitia untuk memindahkan acara ke dalam ruang Masjid Jami At-Taqwa. Namun, perpindahan ini justru membawa hikmah tersendiri bagi warga.
Tampil sebagai penceramah, panitia menghadirkan sosok mubaligh muda yang akrab disapa KDM atau Kang Dadan Mulyadi. Dalam tausiahnya, Kang Dadan menyampaikan pesan moral yang mendalam dan mengajak umat Islam untuk tidak sekadar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita harus banyak membaca Al-Qur'an sebagai bukti cinta kepada Kanjeng Rasul. Namun, kata para ulama, orang yang rajin membaca Al-Qur'an tapi tidak mau mengamalkan isinya adalah orang yang bohong cintanya kepada Rasul," tegas Kang Dadan Mulyadi dalam ceramahnya.
Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa seluruh pedoman hidup sudah diatur dalam Al-Qur'an. "Oleh karena itu, kalau kita benar-benar cinta kepada Rasul, perbaiki diri sedikit demi sedikit dan amalkan isi Al-Qur'an. Mulai dari bab bersuci (thaharah), bab ibadah (ubudiyah), bab jual beli (muamalah), perkawinan (munakahat), hingga hukum (jinayat). Semua ada di dalam Al-Qur'an, sementara perbuatan kita kadang masih jauh dari Al-Qur'an," pesannya.
Sementara itu, Perwakilan Pengurus DKM At-Taqwa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara tersebut, sekaligus menyoroti hikmah di balik hujan yang turun.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, terutama masyarakat dan DKM At-Taqwa yang sudah mendukung penyelenggaraan ini baik materi maupun non-materi. Semoga Allah SWT membalas sedekah yang diberikan untuk kegiatan ini. Kami juga berharap masyarakat dan para pemuda bisa meneladani jejak Rasulullah, terutama akhlak mulianya sebagai uswatun hasanah," tuturnya.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa hujan yang membuat acara dipindahkan ke dalam masjid menjadi pengingat kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan. "Karena peringatan dilaksanakan di dalam masjid, sangat kelihatan oleh semua masyarakat bahwa Masjid At-Taqwa sudah layak untuk direnovasi. Banyak bagian yang sudah keropos. Oleh karena itu, kami mohon doa restu dan dukungan dari semua masyarakat serta berbagai pihak agar Masjid Jami At-Taqwa bisa segera direnovasi," pungkas pengurus DKM tersebut.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi momentum memperkuat iman, meneladani akhlak Rasulullah, serta menumbuhkan semangat gotong royong warga untuk memakmurkan sarana ibadah.