Kegiatan yang berlangsung khidmat sekaligus penuh warna ini dihadiri oleh jajaran pimpinan sekolah, dewan guru, para peserta didik, hingga para orang tua murid.
Sebagai daya tarik utama acara, panitia menghadirkan penceramah multitalenta, Kak Mal (Sang Pengkisah). Mubaligh muda yang juga merupakan lulusan Madrasah Tsanawiyah asal Kampung Yang Kewok, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka ini memberikan kejutan sekaligus motivasi dan inspirasi bagi seluruh hadirin.
Dengan jam terbangnya yang sudah berkeliling Indonesia bahkan dunia, Kak Mal tampil memukau memamerkan penguasaannya dalam menirukan 80 karakter suara yang khas. Ditemani boneka kesayangannya, Ahmad, Kak Mal berinteraksi dengan jenaka bersama jamaah. Melalui percakapan ringan dengan boneka Ahmad, ia menitipkan pesan moral kepada para siswa untuk senantiasa rajin belajar, menghormati orang tua, guru, dan teman, serta menyayangi sesama.
Terkait kesuksesan gelaran ini, Kepala MTs Akhlaqiyah Sukanagalih mengungkapkan bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini dirangkaikan dengan berbagai ajang pencarian bakat siswa.
"Rangkaian kegiatan yang kami laksanakan utamanya adalah memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Namun selain daripada itu, kami selaku Kepala Madrasah juga ingin menggali minat serta bakat siswa-siswi, terutama terkait dengan masalah keagamaan. Sebelum puncak hari ini, kami telah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang meliputi perlombaan dan pentas seni. Ini adalah wadah bagi kami untuk melihat potensi mereka," ungkap Kepala MTs Akhlaqiyah Sukanagalih dalam keterangannya.
Lebih lanjut, beliau menaruh harapan besar agar kegiatan ini mampu mencetak karakter siswa yang unggul dan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.
"Harapan utamanya adalah kami dapat memastikan peserta didik kami bisa meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT, cinta kepada nabinya, dan yang paling terpenting adalah menumbuhkan rasa empati. Pesan saya untuk mereka, jangan hanya bangga menjadi orang saleh, tetapi juga harus menjadi seorang muslih (pembaharu/reformer). Itu adalah salah satu bukti sejarah bahwa Nabi kita Muhammad SAW berhasil sebagai muslih sekaligus reformer bagi peradaban yang dapat kita rasakan hingga hari ini," tegasnya.
Puncak acara Maulid Nabi ini ditutup dengan sesi muhasabah dari Kak Mal yang berlangsung sangat menyentuh. Sesi renungan tersebut benar-benar membuat haru para hadirin hingga teringat akan segala dosa dan kekhilafan selama ini.