Acara yang dipusatkan di Masjid Nurus Syafaah ini terasa semakin istimewa karena dirangkaikan dengan penyerahan apresiasi kepada para santri yang berhasil meraih prestasi sebagai jawara pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) tingkat Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu.
Kemeriahan acara diwarnai dengan berbagai penampilan kreasi seni dari anak-anak santri. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Sirnagalih, tokoh masyarakat, tokoh agama setempat, jajaran komite sekolah, serta para wali murid yang antusias menyaksikan jalannya acara.
Sebagai pengisi tausiah utama, panitia menghadirkan penceramah kondang, Kak Mal Sang Pengkisah. Sosok motivator sekaligus inspirator ini dikenal memiliki kelebihan mampu menirukan hingga 80 karakter suara yang berbeda.
Melalui gaya pembawaannya yang ekspresif dan interaktif bersama bonekanya, Kak Mal sukses membuat para hadirin (mustami) menyimak dengan khusyuk sekaligus terhibur. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan berbagai risalah agama dan kisah teladan, termasuk menyentuh rasa empati jamaah dengan menceritakan kondisi anak-anak dan warga di Palestina yang tidak bisa tidur tenang akibat konflik.
Menanggapi kesuksesan acara tersebut, Kepala MDTU Nurus Syafaah menyampaikan rasa syukurnya. Ia menilai bahwa agenda rutin tahunan ini dapat terselenggara dengan meriah berkat kolaborasi dan dukungan penuh dari berbagai unsur di lingkungan Perumahan Bumi Emas.
"Alhamdulillah, kami dari Madrasah Diniyah setiap tahun melaksanakan kegiatan peringatan Maulid dan juga Rajaban. Kali ini kami mengundang sahabat dan guru saya, Kak Mal. Penampilannya sangat menarik sekali, sehingga saya sampai menangis meresapi nasihat dari beliau. Mudah-mudahan acara ini menjadi momen pelajaran, menambah ilmu, serta menambah semangat lagi untuk melaksanakan kegiatan keagamaan di sini," ungkap Kepala MDTU Nurus Syafaah dalam keterangannya.
Beliau juga tidak lupa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi. "Terima kasih kepada semua yang mendukung, pertama kepada Pak Kades (Kepala Desa), Ketua Yayasan Pak Jani, Ketua DKM Bapak Haji Edi, serta semua pihak termasuk komite sekolah, ibu-ibu guru, dan para wali murid yang sangat mendukung sehingga acara berlangsung lancar dan meriah," tambahnya.
Pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini melalui lingkungan madrasah seperti ini, sejatinya akan melahirkan bibit-bibit sumber daya manusia yang berkarakter kuat dan menjadi generasi unggul di dunia maupun di akhirat kelak.