Kegiatan ini menjadi bukti nyata kekompakan antara pimpinan sekolah, jajaran dewan guru, komite, hingga orang tua murid. Seluruh siswa dan pemangku kepentingan sekolah turut hadir memadati lokasi acara.
Kehadiran Kak Mal Sang Pengkisah kali ini merupakan momen yang kedua kalinya di SDN Pasir Munding 3. Meski harus duduk di bawah terik matahari, para mustami (pendengar) khususnya anak-anak SD terlihat sangat antusias menyimak materi yang disampaikan.
Dalam tausiyahnya, Kak Mal menggunakan metode storytelling yang interaktif. Ia berdialog dengan karakter buatannya yang diberi nama "Ahmad", serta mengajak siswa berinteraksi langsung. Kak Mal mengisahkan sejarah tentang kesombongan Raja Abrahah dari Yaman yang membawa 60.000 pasukan gajah, unta, dan kuda untuk menghancurkan Ka'bah di Makkah, namun berhasil digagalkan oleh Burung Ababil—kisah yang diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Fil.
Kepala Sekolah SD Negeri Pasir Munding 3, memberikan apresiasi tinggi terhadap metode dakwah yang dibawakan oleh Kak Mal. Menurutnya, metode storytelling ini sangat efektif untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para pendidik dan siswanya.
"Penyampaian metode storytelling Kak Mal wah luar biasa hebat. Penyampaiannya sangat menarik dan menyentuh hati, sehingga insyaallah ilmunya dapat bermanfaat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pokoknya Kak Mal good, bagus sekali!" ungkap Kepala Sekolah.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah SD Negeri Pasir Munding 3 juga menyoroti tingginya fokus anak-anak selama acara berlangsung, meskipun cuaca cukup panas.
"Sangat antusias. Biasanya kalau dengan mubaligh yang lain materinya bagus, tapi cara penyampaian Kak Mal ini bagus banget sehingga anak-anak antusias dan dapat mendengarkan dengan sungguh-sungguh (tanpa bosan). Saya ucapkan terima kasih kepada para panitia yang telah membantu terlaksananya acara Maulid Nabi ini dengan sukses. Mudah-mudahan ke depannya lebih baik lagi," tambahnya.
Di akhir ceramahnya, satu hal yang selalu menjadi ciri khas dari Kak Mal adalah momen muhasabah (renungan). Sesi yang menyentuh hati ini membuat para hadirin terhanyut dalam suasana haru hingga tak kuasa menahan air mata.