KCTV KABAR CIANJUR TV

Wisata Religi Penuh Inspirasi: Pesantren Usia Mulia Al Ghazali Cianjur Kunjungi Pesantren Teh Ninih di Bandung

Cahaya Nabila Amelia
Cahaya Nabila Amelia 1.4M subscribers
Subscribe
Diunggah pada Jumat, Oktober 09, 2026
Pemimpin Redaksi: Asep Moh. Muhsin
Redaktur/Produser: Iman Sulaiman
Editor/Produksi: Hafidz Syamsul Anwari
Tim Produksi: Ranti Amanda Nuranti, Pebri Pebrianti, Cahaya Nabila Amelia, Riskapah Amelia
Alamat: Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu RT. 01/15
  Kel. Sawahgede Cianjur 089698682683

BANDUNG – Rombongan ibu-ibu santri dari Pesantren Usia Mulia Al Ghazali, Solokpandan, Kabupaten Cianjur, menggelar kunjungan wisata religi ke Pondok Pesantren Darul Mutmainah di Bandung pada Sabtu (3/10/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda rutinitas pengajian bersama pengasuh YABNA (Yayasan Bina Anak) yang telah memasuki materi atau pertemuan ke-11.

Berangkat sejak usai menunaikan salat subuh dari Cianjur, rombongan santri yang didampingi oleh Ketua Pesantren Usia Mulia, serta Pembina dan Pengasuh YABNA Cianjur, terlihat sangat antusias. Mereka menempuh perjalanan menuju pondok pesantren yang dipimpin oleh pendakwah kondang, Teh Ninih.

Mewakili rombongan, Ketua Pesantren Usia Mulia Al Ghazali menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak tuan rumah.

"Alhamdulillah, kami dari Pondok Pesantren Usia Mulia Al Ghazali Solokpandan Cianjur berniat silaturahmi ke Darul Mutmainah di Bandung. Insyaallah, Teh Ninih menerimanya dengan bahagia. Kami disambut dengan ilmu-ilmu yang banyak dan berkah. Kami berniat untuk sering ke sini guna mendapatkan ilmu dan keberkahan," ungkapnya. Ia juga turut berterima kasih kepada Bunda Ana dan Abi Utsman yang telah memfasilitasi dan mengantarkan rombongan.

Kehadiran rombongan ini disambut langsung oleh Pendiri Yayasan Darul Mutmainah, Teh Ninih. Bagi para santri usia mulia, sosok Teh Ninih adalah motivator sekaligus inspirator yang gigih memperjuangkan agama Islam serta peduli pada hak-hak anak yatim dan duafa.

"Senang sekali bisa dikunjungi dan disilaturahmi oleh ibu-ibu yang luar biasa. Usia yang sudah tidak muda, tapi mereka berusaha untuk menjadi usia yang mulia. Banyak orang bertambah usia tapi semakin menderita, harusnya nambah usia itu semakin bahagia secara lahir dan batin," tutur Teh Ninih.

Lebih lanjut, Teh Ninih menekankan bahwa kebahagiaan sejati tidak datang dari harta yang melimpah atau popularitas, melainkan ketika ilmu, keimanan, dan kesehatan lahir batin terus bertambah. "Yang paling utama adalah semakin mengenal Allah. Dalam kondisi apa pun merasa ditatap Allah dan tidak merasa kesepian karena selalu bersama Allah," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri YABNA Cianjur sekaligus Narasumber, Abi Utsman, turut memberikan tausiyah yang memotivasi para santri untuk istikamah dalam menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.

"Akhlaknya jadi makin baik naik tingkat, senyumnya makin kelihatan tulus naik tingkat, keluarganya makin harmonis dan sakinah naik tingkat. Kita berjuang dari derajat biasa sampai mencapai maqam mahmuda (kedudukan yang terpuji di sisi Allah)," pesan Abi Utsman dengan penuh semangat.

Kebahagiaan atas terselenggaranya silaturahmi ini juga diungkapkan oleh Pembina dan Pendamping Pesantren Usia Mulia (Pengasuh YABNA), Bunda Ana. Ia bersyukur kegiatan sehari di Darul Mutmainah ini memungkinkan para santri untuk bertukar pikiran dan menggali kebaikan.

"Masyaallah luar biasa, pertemuan yang benar-benar Allah izinkan hari ini. Ibu-ibunya kompak luar biasa. Insyaallah pada bulan Desember nanti kita akan melaksanakan wisuda naik level, dari tingkat basic ke intermediate," jelas Bunda Ana seraya mengundang Teh Ninih secara langsung untuk hadir sebagai pembina pada acara wisuda tanggal 5 Desember mendatang. Undangan tersebut pun disambut hangat dan disanggupi oleh Teh Ninih.

Para Jemaah Santri yang mengikuti kegiatan ini pun mengungkapkan kebahagiaan mereka. Saat ditanya mengenai kesan-kesannya, mereka serempak menjawab merasa sangat bahagia dan mendapatkan banyak sekali manfaat serta ilmu yang tidak ternilai dari wisata religi tersebut.

Kegiatan ini ditutup dengan kebersamaan yang indah. Di penghujung pertemuan, rombongan berdoa bersama, mengumpulkan dana infak untuk kegiatan dakwah dan sosial, serta ditutup dengan momen makan berjemaah.

Iklan

Komentar

Sponsor

Iklan

Sponsor

Iklan